Minggu, 03 Januari 2016

Masa Kemurnian Islam (Masa Rasulullah)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan islam diera sekarang boleh dikatakan gemilang, hal ini tidak lepas dari dasar-dasar islam pada awal periodenya, yaitu era Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan kalimat awal yang baik melahirkan akhir yang baik pula, dimulai dengan turunnya wahyu pertama digua hiro’ awal gong perjalanan islam ditabuh. Sejak itulah norma-norma kemanusiaan yang dibawah bimbingan wahyu menerobos arogansi kultur jahiliyah yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan seruan agama tauhid (monotheisme) yang gaungnya menggetarkan seluruh jazirah arab, maka fitrah dan nilai kemanusiaan ditempatkan pada hakikat sebenarnya. Seruan agama tauhid inilah yang merubah eajah masyarakat jahiliyah menuju ketatanan masyarakat yang harmonis, dinamis, dibawah bimbingan wahyu.
Kemudian hijrah Rasulullah ke madinah merupakan momen kecermelangan islam dimasa yang akan datang. Dalam waktu yang relatif singkat Rasulullah berhasil membina dan mendirikan masjid, dan membuat perjanjian kerjasama dengan non muslim, serta meletakkan dasar-dasar politik, sosial, ekonomi bagi masyarakat baru tersebut. Fenomena menakjubkan ahli-ahli sejarah dahulu dan sekarang adalah suatu kenyataan bahwa misi kerasulan Muhammad yang semakin nampak nyata menggoyahkan kedudukan makkah dan menjadikan orang-orang Quraisy makkah semakin bergetar. Masyarakat madinah yang berhasil dibentuk Rasulullah oleh sebagian intelektual muslim masa kini disebut dengan negara kota (city states) lalu dengan dukungan kabilah-kabilah dari seluruh jazirah arab yang masuk islam maka muncullah sosok negara bangsa (nation states). Walaupun sejak awal islam tidak memberikan ketentuan yang pasti tentang bagaimana bentuk dan konsep negara yang dikehendaki, namun suatu kenyataan bahwa islam adalah agama yang mengandung prinsip-prinsip dasar kehidupan termasuk politik dan negara.

B.     Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang diatas kita bisa merumuskan beberapa masalah yaitu:
a.       Bagaimana Kelahiran Nabi Muhammad?
b.      Bagaimana Masa Kemurnian Islam?
c.       Tahapan Dakwah Nabi?
d.      Bagaimana gambaran lima pokok syariat yang disampaikan nabi kepada ummat?


C.     Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui dan memahami sejarah kelahiran Nabi Muhammad
b.      Memahami masa kemurnian islam
c.       Mengetahui dan memahami tahapan dakwah Nabi
d.      Memahami lima pokok syari’at yang dibawa Nabi



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Lahirnya Sang Pembawa Risalah
Disaat manusia terpuruk dalam kegelapan dan tidak mempunyai pegangan hidup, lahirlah bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi peradaban manusia. Bayi itu bernama Muhammad bin Abdullah. Nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah bin abdul mutholib (syaibatul hamdi) bin hisyam bin Abdi manaf (al-Mughiroh) bin Qushoyyi (zaid) bin kilab bin murroh bin ka’ab bin lu’ay bin gholib bin fihri bin malik bin annadhar bin kinanah bin khuzaimah bin mudrikah bin ilyas bin mudhar bin nazar bin mu’iddu bin adnan, itulah nasab Rasulullah yang disepakati.
Nabi Muhammad Saw. dilahirkan pada tahun gajah 12 Rabi’ul awwal atau tanggal 20 April 571 M. Ayahnya Abdullah meninggal ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan ibunya yang beruumur 2 bulan. Kemudian beliau diasuh kakeknya dan disusuhkannya. Sudah menjadi kebiasaan orang arab kota makkah terutama kaum bangsawan menyusukan dan menitipkan bayi mereka pada wanita badiyah, agar bayinya menghirup hawa yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit kota dan agar beyi itu dapat berbicara dengan bahasa yang murni dan fasih. Demikian juga dengan Nabi Muhammad yang ditipkan pada wanita yang bernama Haliamah Sa’diyah dari Bani Sa’ad ditempat itu Nabi dibesarkan sampai berumur 5 tahun. Kemudian Nabi dikembalikan lagi ke Ibunya di makkah. Setahun kemudian ketika Nabi berumur 6 tahun ibunya Aminah meninggal ketika dalam perjalanan pulang dari menziarahi makam suaminya. Setelah itu Nabi dalam asuhan kakeknya yang bernama Abdul mutholib, namun setelah Nabi genap berusia 8 tahun kakeknya meninggal. Sesuai wasiat kakeknya Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib. Abu Tholib adalah pedagang yang memperdagangkan dagangan wanita saudagar kaya bernama Khodijah. Pada umur 12 tahun Nabi mengikuti pamannya  untuk berdagang ke Syam. Sampai dikota Basyra bertemulah Abu Tholib dengan Pendeta Nasrani bernama Buhaira, pendeta itu melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad, dan menasehati Abu Tholib agar menjaga Muhammad dengan baik dan segera kembali ke makkah karenan pendeta itu khawatir kelak Nabi Muhammad ditemukan oleh orang-orang Jahiliyah yang pasti akan menyakitinya. Mendengar itu Abu Tholib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke makkah. Genap berusia 25 tahun Nabi menikah dengan Khadijah dan dari Khadijah Nabi mendapatkan keturunan, nabi dikaruniai 7 anak, 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Mereka adalah Sayid Qosim yang wafat ketika keil, Sayidah Zainab, Ruqoyyah, Fatimah, Umi Kultsum, sayid Abdullah dan sayid Ibrahim. Sayid ibrahim ini dari istri Nabi yang bernama Mariyah Al-Qibtiyah. Ketiga putra Nabi meninggal  ketika masih kecil hal itu sebagai pertanda gelar Khotamman Nabiyyin (Nabi Terakhir). Nabi Muhammad lebih sering beribadah dan berhalwat di gua hira hingga tiba waktunya pada umur 40 tahun beliau dinobatkan sebagai Rasulullah atau Utusan Allah SWT. kepada seluruh ummat manusia untuk menyempurnakan Risalah-Nya.

B.     Masa Kemurnian Islam
Masa kemurnian islam adalah masa dimana seluruh tata komando baik itu ibadah, muamalah, dan sebagainya pembimbingnya adalah wahyu. Allah SWT. berfirman yang artinya “dahulu manusia  itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan) maka Allah SWT mengutus para Nabi sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan dan Allah SWT. menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan” (Q.S Al-Baqoroh ayat 23).
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Ibnu Abbas berkata : antara Nuh dan Adam ada 10 kurun / generasi. Mengutus para Nabi untuk memberi kabar gembira dan peringatan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang dulu sejak zaman Adam sampai Nuh semuanya berpegang pada syariat Allah Swt. yang murni, kemudian terjadi perselisihan diantara mereka lalu Allah Swt. mengutus para Rasul untuk mengembalikan penyimpangan umat manusia pada kebenaran dan kemurnian. Rasulullahpun hanya mengikuti dan mendakwahkan apa yang diwahyukan Allah.

Masa Kemurnian Islam terbagi menjadi 2 Periode yaitu:
a.       Periode Makkah
Bangsa arab adalah anak-anak Ismail As. karena itu mereka mewarisi millah dan minhaj yang pernah dibawa oleh bapak mereka. Millah dan minhaj yang menyerukan tauhid Allah beribadah kepada Allah Swt. mematuhi hukum-hukum-Nya, mengagungkan tempat-tempat suci-Nya khususnya baitul Harram, menghormati syiar-syiar-Nya dan mempertahankannya. Namun dalam beberapa kurun waktu mereka mulai mempercampur adukkan kebenaran yang diwarisinya itu dengan kebatilan yang menyusup kepada mereka seperti semua umat dan bangsa apabila telah dikkuasai kebodohan dan dimasuki tukang sihir dan ahli kebatilan maka masuklah kemusyrikan kepada mereka, mereka kembali menyembah berhala-berhala. Tradisi buruk dan keburukan moral menyebar akhirnya diutuslah Nabi Muhammad oleh Allah untuk mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan mereka dan menyempurnakan akhlak mereka.
Menurut Prof. DR. HM. Quraish Shihab MA. ada faktor lain selain faktor jahiliyahnya bangsa Arab pada waktu itu melainkan karena Makkah merupakan pusat Hijaz yaitu pusat bertemunya para khalifah selatan, utara, timur dan barat, hal ini memudahkan penyebaran pesan. Ketika islam hadir di Makkah dapatlah kita baca dalam beberapa literatur bahwa periode makkah bercirikan ajaran tauhid. Ajaran yang dibawa Nabi muhammad mendapatkan penolakkan keras dari penduduk makkah bukan hanya dikarenakan persoalan teologis semata, juga seruan islam akan keadilan sosial, perhatian pada nasib anak yatim, fakir miskin, dan pembebasan budak serta ajaran islam akan persamaan derajat. Bagi mereka agama ini tidak hanya merusak ideologi dan teologi mereka tetapi juga merombak kehidupan sosial mereka.
Masyarakat Islam pada kurun makkah belum tercipta sebagai sebuah komuitas yang mandiri dan bebas dari urusan klan, dan agama islam pada kurun makkah bercirikan ajaran tauhid.

b.      Periode Madinah
Periode madinah terbentuk akibat desakkan kaum quroisy makkah kepada kaum muslimin. Hijrah kemadinah tidaklah terwujud begitu saja ada beberapa pra kondisi seperti bai’at aqobah satu dan dua. Kedua bai’at  ini merupakan batu lonjatan pertama bagi bangunan negara islam. Pada Waktu itu madinah ditempati beberapa komunitas yang berbeda-beda diantaranya :
1.      Kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshor
2.      Suku Aus dan Khazraj
3.      Kaum Yahudi terbagi dalam 3 suku utama yaitu : Bani Qoinuqu, bani nadhir, dan bani Quraizha.
Kemajukan komunitas tersebut tentu saja melahirkan  confilet dan tension termasuk pertentangan suku aus dan khazraj yang sudah berlangsung lama dan ini yang mendorong Rosul melakukan negoisasi dan konsolidasi melalui perjanjian tertulis yang terkenal dengan “piagam madinah”. Piagam madinah merupakan rangkaian penting dari proses berdirinya negara madinah. Dilihat dari segi politik objek yang dipimpin Nabi memenuhi syarat untuk disebut sebagai negara. Sejarah berdirinya negara ialah: adanya wilayah, penduduk, dan pemerintah yang berdaulat. 
Pada periode Madinah ajaran islam merupakan kelanjutan dari periode makkah, bila periode makkah ayat tentang hukum belum banyak diturunkan maka pada periode madinah kita mendapati ayat hukum mulai turun melengkapi ayat yang telah ada sebelumnya. Pada periode madinah ajaran islam mendekati titik sempurna dan mencapai puncaknya. Setelah Nabi wafat dimulailah era khulafaurrasyidin, tidak dapat dipungkiri dimadinah ini islam sempurna dan disinilah awal sebuah peradaban yang dibangun oleh umat islam mulai tercipta.

C.     Tahapan Dakwah Nabi
Kehidupan Rosulullah setelah beliau dimuliakan Allah dengan nubuwwah dan risalah terbagi menjadi 2 periode yaitu :
-          Periode makkah
Berlangsung selama kurang lebih 13 tahun
-          Periode Madinah
Berlangsung selama 10 tahun

a.       Periode Makkah
Dalam dakwah Nabi pada periode makkah dan madinah mempunyai karakteristik tersendiri sehingga tampak jelas strategi-strategi yang dimunculkan dalam menyampaikan risalah.

Pada periode makkah dapat dibagi menjadi 2 tahapan yaitu :
1.      Dakwah Sirriyah (sembunyi-sembunyi)
Setelah mendapat wahyu dari Allah Nabi Muhammad mulai mengajak manusia untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan berhala. Pada awalnya Nabi Muhammad berdakwah secara rahasia untuk menghindari tindakan buruk orang-orang quraisy yang fanatik terhadap kemusyrikan dan penganismenya. Nabi tidak menampakkan dakwahnya di majelis-majelis umum orang quraisy kecuali kepada orang yang memiliki hubungan kerabat/ kenal baik sebelumnya dengan Nabi.
Orang-orang yang pertama masuk islam ialah Khadijah binti khuwalid, Ali bin Abi Tholib, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqqash dan lainnya. Mereka bertemu dengan Nabi secara rahasia, apabila salah seorang diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah ia pergi kelorong-lorong makkah seraya bersembunyi dari pandangan orang quraisy. Ketika orang-orang yang menganut islam lebih dari 30 laki-laki dan wanita Rasulullah memilih rumah Al-Arqom bin Abil Arqom sebagai tempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Dakwah dalam tahap iini menghasilkan sekitar 40 laki-laki dan wanita penganut islam. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fakir, kaum budak dan orang-orang quraisy yang telah memiliki kedudukan.

2.      Dakwah secara terang-terangan
Tiga tahun lamanya Rasulullah melakukan dakwah secara rahasia kemudian turunlah firman Allah yang memerintahkan dakwah secara terang-terangan. Pertama kali seruan bersifat umum ini beliau tujukan kepada kerabatnya, kemudian penduduk makkah baik golongan bangsawan, hartawan maupun hamba sahaya. Setelah itu pada kabilah-kabilah arab dari berbagai daerah yang datang ke makkah untuk mengerjakan haji. Sehingga lambat laun banyak oarang Arab yang masuk islam, akan tetapi kebanyakan orang kafir quraisy di makkah menentang ajaran Nabi Muhammad tersebut.
Pemimpin Quraisy yang tidak suka bila agama Islam menjadi besar dan kuat berusaha untuk menghalangi dakwah nabi dengan melakukan penyiksaan-penyiksaan terhadap orang mukmin. Banyak hal yang dilakukan para pemimpin quraisy untuk mencegah dakwah nabi akan tetapi berkali-kali usahanya gagal. Ditengah sengitnya kekejaman itu dua orang kuat quraisy masuk islam yaitu Hamzah dan Umar bin Khattab sehingga memperkuat posisi umat islam. Hal ini membuat orang kafir Quraisy berekasi sangat keras dengan melakukan pemboikotan terutama pada Bani Hasyim. Mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan suku ini. Akibatnya Bani Hasyim mengalami kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan yang tiada bandingnya. Hal ini terjadi selama 3 tahun yang merupakan tindakan paling menyiksa dan melemahkan umat islam.
Pemboikotan ini berhenti setelah para pemimpin Quraisy sadar terhadap tindakan mereka yang terlalu. Namun selang beberapa waktu Abu Tholib meninggal, tiga hari kemudian istrinya Siti Khadijah pun wafat. Tahun itu merupakan tahun kesedihan bagi Nabi (Amul Huzni). Sepeninggal dua orang pendukung Nabi tersebut kaum Quraisy tak segan-segan melampiaskan amarahnya. Karena kaum Quraisy tersebut Nabi berusaha menyebarkan Islam keluar kota, namun nabi malah diejek, disorak bahkan dilempari batu hingga terluka dibagian kepala dan badan.

Cara-cara yang dilakukan orang Quraisy dalam melancarkan permusuhan terhadap Rasulullah SAW dan pengikutnya yaitu :
1.      Mengejek, menghina, dan menertawakan orang-orang muslim dengan maksud melecehkan kaum muslim.
2.      Mengejek ajaran Nabi, membangkitkan keraguan, menyebarkan anggapan-anggapan yang menghasilkan ajaran Nabi
3.      Melawan Al-quran dengan dongeng-dongeng orang-orang terdahulu
4.      Menyodorkan beberapa tawaran pada orang islam yang mau menukar keimanannya dengan kepercayaan orang kafir quraisy.
5.      Menganiaya, menyiksa bahkan membunuh orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW.

b.      Periode Madinah
Ketika tekanan dan siksaan orang quraisy semakin bertambah, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin berhijrah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan secara sembunyi. Sedangkan beliau berangkat bersama Abu Bakar setelah kaum muslimin tiba di Madinah, beliau disambut dengan syair-syair dan penuh kegembiraan oleh penduduk Madinah.

Dalam periode Madinah Rasulullah SAW berdakwah dengan berbagai usaha diantaranya :
1.      Mendirikan Masjid
Setelah agama islam datang Rasulullah SAW mempersatukan suku-suku dimadinah dengan mendirikan tempat peribadatan dan pertemuan berupa masjid yang diberi nama masjid “Baitullah”. Masjid itu dibangun sebagai tempat peribadatan, pertemuan, mengadili suatu perkara, dan lain sebagainya.
2.      Mempersaudarakan antara Anshor dan Muhajirin
Orang-orang muhajirin datang ke Madinah tidak membawa harta akan tetapi membawa keyakinan. Dengan demikian Rasulullah mempersatukan golongan Anshor dan Muhajirin dalam suatu persaudaraan dibawah satu keyakinan yaitu Islam.
3.      Perjanjian bantu membantu antara sesama kaum muslim dan non muslim
Setelah Nabi resmi masuk Madinah, Nabi langsung mengadakan perjanjian untuk saling membantu atau toleransi antara orang Islam dan Non Islam. Selain itu Nabi juga mengadakan perjanjian yang berbunyi “Kebebasan beragama terjamin buat semua orang di Madinah”
4.      Melaksanakan dasar politik, ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru
Islam tidak hanya mengajarkan bidang akidah dan ibadah, tetapi hanya mengajarkan juga bidang politik, ekonomi, dan sosial, yang bersumber pada Al-Quran dan Hadist. Sebagai kepala negara Rasulullah telah meletakkan dasar bagi setiap sistem politik islam yakni Musyawarah.

D.    Lima Pokok Syari’at yang disampaikan Nabi ke ummat
1.      Al-Uluhiyah
Uluhiyah adalah ajaran tentang etika dan mengEsakan Allah SWT, tauhid seperti sifat-sifat Allah, dll.
2.      Al-Ubudiyah
Ubudiyah adalah ajaran tentang maslah beribadah menyembah kepada Allah SWT seperti Rukun dan Syarat Sholat, puasa dan ibadah lainnya.
3.      Al-Muamalah
Muamalah berkisar mengatur tatanan masyarakat seperti jual-beli, sewa menyewa, dan berniaga.
4.      Al-Munakahah
Munakahah adalah hukum-hukum yang berisi tentang pernikahan, waris-mewaris.
5.      Al-Jinayat

Jinayat adalah hukum yang berkaitan dengan pidana seperti pembunuhan, pencurian, dll.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar