BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Teknologi adalah
perkembangan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi juga
sebagai alat untuk pemanfaatan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi
memasuki berbagai bidang dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan efektifitas
suatu produksi ataupun kegiatan untuk penggunanya. Dunia pendidikan tidak luput
dari integrasi teknologi dalam rangka efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Teknologi dalam bidang pendidikan juga harus dapat dikembangkan dengan baik
demi terwujudnya kehidupan bangsa yang cerdas yang tertuang dalam UUD 1945. Pemanfaatan teknologi pendidikan serta media pendidikan
sangat diperlukan dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar.
Teknologi pendidikan
perlu di kelola dan diterapkan disetiap pembelajaran dikelas terutama dalam
pendidikan agama islam. Dalam hal ini perlu adanya pengelolaan yang baik.
Kegiatan mengelola merupakan salah satu fondasi dari teknologi pendidikan. Hal
ini sesuai dengan pengertian teknologi pendidikan, yaitu “Studi dan praktek
etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan
menciptakan menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya teknologi yang
tepat. Kegiatan mengelola berkaitan dengan mendayagunakan sumber daya teknologi
yang ada ke dalam proses pembelajaran yang tepat. Kegiatan pengelolaan meliputi
berbagai fungsi yang saling berkaitan satu sama lain.
Fungsi pengelolaan
yang dilaksanakan dalam kegiatan pengelolaan dapat mempermudah dalam pencapaian
tujuan suatu kegiatan. Adanya
pengelolaan yang baik teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan secara maksimal
dalam penerapannya pada pembelajaran dikelas.
B. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini yaitu:
1. Apa pengertian pengelolaan?
2. Apa saja kawasan pengelolaan dalam teknologi Pendidikan?
3. Bagaimana penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan agama islam?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui definisi pengelolaan
2. Mengetahui apa saja kawasan pengelolaan
3. Serta mampu menerapkan teknologi pendidikan dalam pembelajaran PAI
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pengelolaan
Definisi teknologi pendidikan mengalami
perkembangan dari masa ke masa. Association for Educational Communications and
Technology mendefinisikan teknologi
pendidikan sebagai, cabang dari teori dan praktek pendidikan yang
berkepentingan dengan mendesain dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses
belajar (1963). Definisi lain dari teknologi pendidikan pada
tahun 1977 adalah, “Proses kompleks yang terintegrasi
meliputi; orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis
masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah
dalam segala aspek belajar pada manusia” (AECT, 1977 :1). Kemudian pada tahun 1994 AECT (1994) memperbarui definisi
teknologi pendidikan menjadi teori dan praktek tentang rancangan,
pengembangan, penggunaan, pengelolaaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan
sumber-sumber untuk belajar (Seels & Richey, 1994 :1). Dan perkembangan
definisi teknologi pendidikan paling mutakhir oleh
AECT (2004) yang mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai studi dan praktek
etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan
menciptakan menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya teknologi yang
tepat (Januszewski & Molenda, 2008 : 1). Dari berbagai pengertian tersebut,
dapat dilihat jika salah satu landasan dari teknologi pendidikan adalah kegiatan
pengelolaan. Kegiatan pengelolaan berkaitan erat dengan proses dan sumber untuk
menghasilkan output yang direncanakan.
Kegiatan mengelola yang sering dikenal dengan
istilah managing/manajemen memiliki berbagai definisi sesuai dengan bidang
kajiannya serta proses aplikasinya. Manajemen dalam arti luas memiliki arti
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha–usaha
para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan (Stoner, 1982). Sedangkan
menurut Gulick, “Manajemen merupakan
suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami
mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat
sistem kerja sama yang lebih bermanfaat (1965 :14). Handoko mendefinisikan
manajemen sebagai bekerja dengan orang–orang untuk menentukan,
menginterpretasikan, dan mencapai tujuan organisasi dengan melaksanakan
fungsi–fungsi perencanaan, pengorganisasian, personalia, pengarahan, kepemimpinan
dan pengawasan (2003).
Atas dasar berbagai definisi tersebut dapat
kita ambil kesimpulan jika manajemen merupakan suatu proses kerja sama antara
sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan
melaksanakan fungsi – fungsi manajemen. Manajemen yang baik akan mendorong
keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Karena dalam manajemen
terdapat fungsi – fungsi yang harus dilaksanakan. Fungsi manajemen ini yang
akan mendorong kegiatan berjalan dengan baik. Pengelolaan telah menjadi bagian
dalam teknologi pendidikan sejak tahun 1920. Dalam Januszewski & Molenda
(2008), pernyataan definisi formal pertama, mengelola dipandang perlu untuk
mengendalikan produk dan proses yang digunakan di lapangan (Ely. 1963). Dilihat
dari sudut pandang pendekatan sistem mengelola dipandang sebagai sistem
berpikir secara lebih luas mengenai
proses manajemen dalam pengembangan pembelajaran dan sistem pembelajaran
berbasis teknologi (AECT, 1977) mengikuti teori yang dikemukakan oleh Heinich (1970).
Pada tahun 1994 pengelolaan dalam teknologi pendidikan didefinisikan sebagai
berikut, “Kegiatan perencanaan, koordinasi, pengorganisasian, dan pengawasan
sumber daya, informasi, dan sistem pengiriman dalam konteks pengelolaan desain
pembelajaran” (Seels & Richey, 1994 :54).
Mengelola pada teknologi pendidikan fokus
kepada konsep dan prinsip yang berkaitan dengan mengelola proses teknologi yang
tepat dan sumber daya yang ada. Teknologi pendidikan bertindak sebagai desainer
kegiatan pembelajaran, spesialis media sekolah, konsultan pembelajaran,
menangani masalah manajemen profesional dan sebagainya. Teknologi pendidikan
bekerja dengan sumber daya yang terbatas dalam waktu yang telah ditentukan
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan mengelola proses dan
mendayagunakan sumber daya yang tersedia. Proses berkaitan dengan desain
pembelajaran yang direncanakan, sedangkan sumber belajar bisa berupa koleksi
bahan ajar. Kegiataan pengelolaan meliputi mendesain model pembelajaran yang
paling dan relevan, memilih alat dan media yang tepat, memilih orang yang terampil dan mengendalikan
setiap proses kegiatan pembelajaran / pendidikan secara tepat.
B. Kawasan Pengelolaan
Konsep pengelolaan merupakan bagian integral
dalam bidang teknologi pembelajaran dan dari peran kebanyakan para teknolog
pembelajaran. Banyak teknolog pembelajaran memegang jabatan yang jelas-jelas
memerlukan fungsi pengelolaan. Misalnya, seorang ahli yang bertugas sebagai
ahli media pada sebuah sekolah/Perguruan Tinggi. Orang ini bertanggung jawab
atas keseluruhan program pusat media tersebut. Program-program yang dilakukan
oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan tetapi keterampilan dasar yang
diperlukan untuk mengelola program tersebut tetap sama. Keterampilan yang
dimaksud meliputi pengorganisasian program, supervisi personil, perencanaan,
pengadministrasian dana dan fasilitas, serta pelaksanaan perubahan.
Pengelolaan meliputi pengendalian teknologi
pembelajaran melalui: perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan
supervisi (Seels. & Richey, 2000:54). Kawasan pengelolaan bermula dari
aministrasi pusat media, program media, dan pelayanan pemanfaatan media.
Pembauran perpustakaan dengan program media membuahkan pusat dan ahli media
sekolah. Program-program media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan
noncetak sehingga timbul peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologi dalam
kurikulum.
1.
Pengelolaan
Proyek
Pengelolaan
Proyek meliputi: perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan
pengembangan (Seels & Richey, 2000:55).
Para pengelola
proyek bertanggung jawab atas perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian fungsi
desain pembelajaran atau jenis-jenis proyek yang lain. Peran pengelola proyek
biasanya berhubungan dengan cara mengatasi ancaman proyek dan memberi saran
perubahan internal.
Mengelola proyek adalah fungsi pengelolaan
yang dipahami dalam bidang teknologi pendidikan. Manajemen proyek dipraktekkan
untuk memastikan bahwa suatu proyek diskrit, dapat mencapai suatu hasil
tertentu, selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan spesifikasi klien. Dalam
teknologi pendidikan, mengelola proyek umumnya berkaitan dengan desain dan
pengembangan bahan ajar dan sistem pembelajaran. Mengelola
proyek dibutuhkan ketika produksi media dan proses pengembangan pembelajaran
menjadi lebih kompleks dan dalam skala besar. Mengelola proyek akan menghasilkan manfaat seperti
menghemat sumber daya organisasi,meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan
kemungkinan bahwa proyek akan berhasil.
2.
Pengelolaan
Sumber
Pengelolaan
sumber mencakup perencanaan pemantauan dan pengendalian sistem pendukung dan
pelayanan sumber (Seels & Richey, 2000: 55). Pengelolaan sumber memiliki arti
penting karena mengatur pengendalian akses. Pengertian sumber dapat mencakup,
personel keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas dan sumber pembelajaran. Sumber
pembelajaran mencakup semua teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan
pengembangan. Efektivitas biaya dan justifikasi belajar yang efektif merupakan
dua karakteristik penting dan pengelolaan sumber.
Mengelola sumber daya berkaitan erat dengan
pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi. Pada tahun 1994 definisi sebelumnya, pengelolaan sistem
penyampaian dan pengelolaan informasi merupakan bagian pengelolaan yang
dilaksanakan oleh kawasan pengelolaan. Pada definisi terbaru tahun 2004,
menyatukan pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi
menjadi satu bagian dengan kegiatan mengelola sumber daya. Pengelolaan sistem
penyampaian dan pengelolaan informasi termasuk didalamnya kombinasi dari media
dan metode penggunaan yang digunakan untuk menyajikan informasi pembelajaran
bagi siswa. Contoh dari pengelolaan sistem penyampaian adalah
terselenggarakannya pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka.
Mengelola sumber daya juga mencakup
pengelolaan sumber teknologi informasi yang dipraktekkan untuk memastikan bahwa
teknologi infrastruktur organisasi benar disesuaikan dengan kebutuhan
organisasi itu dan tetap up to date dengan biaya yang masuk akal. Sekolah dan organisasi
media center juga membutuhkan tingkat pengelolaan. Koleksi, yang merupakan
komponen utama dari fasilitas, membutuhkan pemantauan terus-menerus dan perlu
diperbarui. Ruang fisik yang sebenarnya harus diatur baik secara fungsional dan
menarik. Sumber daya ini terus-menerus diperbarui dan ditingkatkan sesuai dengan
anggaran yang dimiliki oleh organisasi.
3.
Pengelolaan Kinerja Orang
Proyek dan program apapun membutuhkan orang
yang tepat untuk memastikan kesuksesan penyelesaian proyek dan program
tersebut. Pengelolaan personalia memastikan bahwa ada orang dengan keterampilan
yang tepat untuk melakukan pekerjaan pada waktu yang tepat dan untuk biaya
terendah sesuai dengan sumber daya yang diperlukan. Manajemen efektif akan menghasilkan orang–orang yang bekerja
secara efektif. Pengelolaan personalia dan pengelolaan proyek memiliki
hubungan yang erat. Mengelola proyek akan menghasilkan orang–orang yang tepat
untuk mengerjakan proyek tersebut. Menetapkan anggota tim proyek yang
berkualifikasi dengan biaya serendah mungkin merupakan hal yang sulit dan
membutuhkan waktu lama. Manajemen personalia harus memastikan bahwa orang yang
menangani tugas tertentu adalah orang yang tepat.
Dalam banyak kasus, spesialis media sekolah
bertanggung jawab untuk memilih staf profesional dan mengatur media center.
Umumnya staf profesional bekerja terpisah dengan spesialis media sehingga
dibutuhkan kegiatan pengelolaan kinerja. Sebagai manajer personalia, spesialis
media harus mengidentifikasi individu yang berkualitas, mengawasi kinerja,
membantu staf dalam pengembangan profesional berkelanjutan, dan memotivasi staf
untuk terlibat dalam kualitas layanan.
4.
Pengelolaan Program
Terkadang sulit untuk membedakan antara mengelola proyek dan mengelola
program. Program didorong oleh misi, memiliki jangka waktu lebih lama, bersifat
luas dan biasanya mengandung beberapa proyek. Proyek didorong oleh spesifikasi,
memiliki batas waktu terbatas, dan menghasilkan suatu produk, kemasan, atau
jasa. Mengelola proyek melibatkan usaha jangka pendek tanpa otoritas jangka
panjang, sementara mengelola program merupakan usaha jangka panjang dan
berkelanjutan untuk menghasilkan tujuan organisasi.
Didalam pengelolaan program seorang manajer
harus harus bisa melakukan evaluasi. Hai ini diperlukan untuk memastikan bahwa program telah
terlaksana dengan baik, sesuai dengan biaya dan spesifikasi yang telah
ditentukan. Melalui kegiatan evaluasi dapat diperoleh laporan
kemajuan dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi saat implementasi
pengelolaan. Dengan demikian evaluasi turut membantu dalam pengambilan
keputusan yang akan dibuat saat proses perencanaan selanjutnya.
C. Penerapan Teknologi pada Pendidikan Agama Islam
Penggunaan
teknologi sangatlah bermanfaat dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan
Islam. Karena pendidikan Islam merupakan sub sistem Pendidikan Nasional
Indonesia. Perjalanan Pendidikan Islam tidak terlepas dari pasang surutnya
sistem Pendidikan Nasional itu sendiri, sebagaimana tidak terlepasnya umat
Islam ketika kita membicarakan nasib bangsa ini, dan bahkan Pendidikan Islam
mempunyai sejarah panjang di Indonesia yang telah ikut mewarnai kehidupan
bangsa ini baik masa sebelum penjajahan bahkan setelah Indonesia merdeka.
Upaya-upaya
yang dilakukan pemerintah, maupun para pakar pendidikan untuk peningkatan mutu
pendidikan tak terkecuali Pendidikan Islam sudah dilakukan sejak lama namun
hasil yang dicapai belumlah maksimal. Upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan
masih bersifat parsial, terkotak-kotak dan tidak komprehensif. Sehingga wajar
apabila output peserta didik dari pendidikan Islam kurang
memberikan hasil yang maksimal baik terhadap peserta didik, orang tua, maupun
masyarakat.
Untuk
mengatasi kelemahan-kelemahan ini maka teknologi pendidikan dalam pendidikan
Islam juga diterapkan, agar dapat mendukung pendidikan Islam itu sendiri.
Penggunanaan teknologi dalam praktek pendidikan Islam harus juga melihat
situasi dan kondisi dimana teknologi pendidikan itu akan digunakan dalam
praktek pendidikan Islam.
Jangan salah
mengartikan bahwa teknologi pendidikan tidak hanya berhubungan dengan peralatan
teknik dan media yang dipakai dalam pendidikan, seperti: overhead,
projector, televise, slide projector, audio tape, rekaman video dan
sebagainya. Teknologi pendidikan memiliki arti yang lebih
luas dari penjelasan di atas, teknologi pendidikan dapat didefinisikan
pengembangan, penerapan dan evaluasi sistem, teknik dan alat untuk tujuan
meningkatkan proses belajar mengajar bagi manusia. Jadi dalam prakteknya
teknologi pendidikan dalam pendidikan bukan hanya penggunaan alat-alat
elektronik dalam pembelajaran di kelas tetapi di luar itu teknologi pendidikan
juga memiliki peran penting. Misalnya dalam
prakteknya teknologi pendidikan dalam pendidikan Islam, perumusan tujuan
pendidikan didasarkan pada nilai-nilai keIslaman dengan memberi pengaruh kepada
penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang
baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji
al-Qur’an, salat malam, saum (puasa) sunnah. Selain itu latihan akan
menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup
sehari-hari. Proses penetapan tujuan untuk menghasilkan akhlak yang baik sampai
proses untuk membentuk dan melatih akhlak tersebut merupakan proses dalam
teknologi pendidikan.
Dengan adanya teknologi pendidikan, akan muncul kecenderungan-kecenderungan, sebagai berikut
1. Terjadinya arah gradual ke arah
pendekatan belajar yang lebih berpusat terhadap peserta didik (student
centered approach learning). Perubahan ini ditandai oleh semakin
bertambahnya penggunaan media belajar yang diindividualisasikan.
2. Pertambahan secara eksplosif
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara praktis dalam semua aspek
pendidikan.
Hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa
penggunaan alat bantu sangat membantu aktifitas proses belajar mengajar di
kelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa. Pemanfaatan
teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam rangka pengembangan kemajuan
pendidikan nasional. Karena penggunaan teknologi pendidikan melalui pendekatan
ilmiah, sistematis dan rasional dengan demikian tujuan pendidikan akan berjalan
secara efektif dan efisien.
Aplikasi teknologi pendidikan sangat relevan
bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada
khususnya. Aplikasi yang dimaksud adalah yang tersebut di bawah ini :
1. Teknologi pendidikan memungkinkan adanya
perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan, maupun aplikasinya. Teknologi
pendidikan mempunyai fungsi luas, tidak hanya pada kebutuhan kegiatan belajar
mengajar di kelas, melainkan dapat berfungsi sebagai masukan bagi pembinaan dan
pengembangan kurikulum yang dikaji secara ilmiah, logis, sistematis, dan
rasional sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Teknologi pendidikan menghilangkan, kalaupun
tidak secara keseluruhan, pola pengajaran tradisional. Ia berperan penuh dalam
pelaksanaan proses belajar mengajar, meskipun sebenarnya dia tidak dapat
menggantikan posisi guru secara mutlak. Guru mempunyai kemampuan yang terbatas
dan dengan teknologi pendidikan pulalah keterbatasan itu tertolong.
3. Teknologi pendidikan membuat pengertian
kegiatan belajar menjadi lebih luas, lebih dari hanya sekedar interaksi guru
dengan murid di dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas. Teknologi
pendidikan dapat dianggap sebagai sumber belajar, dan biasanya memberikan
rangsangan positif dalam proses pendidikan.
4. Aplikasi teknologi pendidikan dapat membuat
peran guru berkurang, meskipun teknologi pendidikan tidak dapat menggantikan
peran guru secara penuh. Teknologi pendidikan adalah guru. Meskipun demikian
bagi guru dan murid, teknologi pendidikan memberikan sumbangan yang sangat
positif.
Adapun pemanfaatan Teknologi Informasi untuk
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dikelompokkan ke dalam tiga
fungsi, yaitu :
1. Media Pembelajaran
mandiri/klasikal, antara lain pemutaran film dan CD interaktif, pertama,
pemutaran film, guru dapat memilah jenis film yang ada yaitu film yang bersifat
given artinya suatu paket judul film yang telah tersedia dan relevan dengan pembelajaran
pendidikan Agama Islam. Kedua, penggunaan CD interaktif lebih”Maju”
dari pemutaran film, karena siswa dapat melakukan ”interaksi” atau
perlakuan terahdap program yang ditawarkan pada CD, misalnya CD
interaktif soal-jawab Pendidikan Agama Islam dikemas dalam bentuk permainan
seperti dalam ”Who want to Be Millionare”. Madrasah/sekolah dalam hal ini guru
Pendidikan Agama Islam harus memiliki koleksi film atau CD
interaktif yang terkait dengan materi
Pendidikan Agama Islam interaktif yang terkait dengan materi Pendidikan Agama
Islam sesuai kurikulum yang
berlaku
2. Teknologi Informasi yang
dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran yaitu, pemanfaatan softwere
(komputer) untuk pemeblajarn Pendidikan Agama Islam. Beberapa contoh software
pendidikan yang dikelan diantaranya; Computer Assisted Instruction (CAI) yang
umumnya software ini sangat baik untuk keperluan remidial. Intelligent computer
assited learning (ICAL), dapat digunakan untuk material atau konsep. Computer
Assisted Training (CAT), Computer Assisted Design (CAD),
Computer Assisted Media (CAM) dan sebagainya.
3. Teknologi Informasi yang
terkait sebagai sumber belajar (learning resurces) dalam bentuk internet dengan
segala komponennya. Materi yang ditampilkan dalam sebauh eb yang terkait denagn
pendidian Agama Islam dapat dilacak terlebih dahulu oleh guru dan dipraktekkan
langsung oleh murid. Maksud pelacakan oleh guru agar materi atau informasinya
relevan dengan tujuan kurikuler PAI.
Dalam prakteknya, yakni kegiatan
pembelajaran, teknologi juga dapat memberikan warna dan manfaat dalam
pengembangan pendidikan agama Islam. Karena banyak varian yang digunakan baik
berupa teori belajar, memilih kurikulum, memilih media dan sebagainya. Media
sering dikaitkan dengan kata teknologi. Teknologi merupakan perluasan konsep tentang
media, dimana teknologi bukan sekadar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi
tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan
dengan penerapan ilmu.
Oleh
karenanya, dalam kegiatan pembelajaran agama Islam perlu menggunakan dan
memaksimalkan media pembelajaran yang dapat menunjang terhadap pengembangan
pendidikan agama Islam itu sendiri. Mulai dari pendidik yang harus memahami
tentang agama, materi yang disampaikan, media yang digunakan maupun lingkungan
yang ada harus dapat mengembangkan pendidikan agama Islam.
Dalam hal
ini, teknologi sangatlah memberi manfaat besar, yakni mempermudah siswa dalam
menerima pelajaran. Disadari atau tidak, dengan adanya teknologi atau media
dalam kegiatan pembelajaran siswa akan lebih tertarik jika dibandingkan dengan
tidak menggunakan teknologi atau media. Akan tetapi jika pendidik tidak bisa
memanfaatkannya dengan baik, semisal tidak bisa menggunakan atau gagap
teknologi, maka itu akan memberi kesan tersendiri terhadap dirinya.
Manfaat lain dari
penggunaan teknologi dalam pembelajaran antara lain:
1.
Media
teknologi pendidikan membuat pendidikan lebih produktif.
2.
Media
pendidikan membuat kegiatan pengajaran lebih ilmiah.
3.
Media
teknologi pendidikan dapat membuat pengajaran lebih powerful.
4.
Media
pendidikan dapat membuat kegiatan belajar mengajar lebih langsung.
5.
Media
teknologi pendidikan dapat membuat percepatan pendidikan lebih sebanding.
6.
Meningkatkan
mutu pendidikan dengan jalan mempercepat pengetahuan (rate of learning).
7.
Memberikan
penyajian pendidikan lebih luas.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teknologi pendidikan
merupakan studi dan praktek etis yang
memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat,
menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran
perlu adanya pengelolaan yang efektif dan efisien. Pengelolaan teknologi
pendidikan mencakup 4 kawasan yaitu : Pengelolaan Proyek, Pengelolaan sumber,
Pengelolaan kinerja orang dan Pengelolaan Program. Dalam pelaksanaan
pengelolaan peran manajer sangat berpengaruh terutama pada saat evaluasi. Adanya
kegiatan evaluasi dapat diperoleh laporan kemajuan dan identifikasi masalah
saat pengelolaan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang akan
dibuat saat proses perencanaan selanjutnya.
Teknologi
dan pendidikan merupakan dua elemen yang memiliki peranan penting dalam
pengembangan dan peningkatan kepribadian seseorang. Penggunaan teknologi atau media dalam proses
pembelajaran harus disesuaikan dengan pelajaran yang disampaikan agar hasil
yang diperoleh maksimal. Di samping itu, juga disesuaikan dengan kemampuan
peserta didiknya. Peran teknologi dalam pengembangan kemampuan anak didik cukup
signifikan sehingga menunut pendidik agar mampu menggunakan teknologi dengan
baik, karena dengan teknologi penyapaian materi akan lebih variatif dan
kegiatan akan semakin menarik. Dalam mengembangkan pendidikan agama Islam,
perlu memperhatikan kebijakan yang kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan
pembelajaran. Sehingga kegiatan pembelajaran berjalan sebagaimana yang
diamanahkan.
B.
Saran
Untuk meningkatkan
mutu dan kualitas pendidikan seorang pendidik harus mampu mengelola dan
menerapkan teknologi pendidikan dalam pembelajaran dikelas. Pendidik harus
mampu memanfaatkan teknologi pendidikan dengan efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Seels, B. & Richey, R. (1994). Teknologi
Pembelajaran. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.
Januszewski, A. & Molenda, M. (2008). Educational Technology. London :
Lawrence Elbraum Associates.
http://datafilecom.blogspot.co.id/2010/11/aplikasi-teknologi-informasi-terhadap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar