Minggu, 03 Januari 2016

Pengelolaan teknologi pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Teknologi adalah perkembangan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi juga sebagai alat untuk pemanfaatan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi memasuki berbagai bidang dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan efektifitas suatu produksi ataupun kegiatan untuk penggunanya. Dunia pendidikan tidak luput dari integrasi teknologi dalam rangka efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Teknologi dalam bidang pendidikan juga harus dapat dikembangkan dengan baik demi terwujudnya kehidupan bangsa yang cerdas yang tertuang dalam UUD 1945. Pemanfaatan teknologi pendidikan serta media pendidikan sangat diperlukan dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar.
Teknologi pendidikan perlu di kelola dan diterapkan disetiap pembelajaran dikelas terutama dalam pendidikan agama islam. Dalam hal ini perlu adanya pengelolaan yang baik. Kegiatan mengelola merupakan salah satu fondasi dari teknologi pendidikan. Hal ini sesuai dengan pengertian teknologi pendidikan, yaitu “Studi dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya teknologi yang tepat. Kegiatan mengelola berkaitan dengan mendayagunakan sumber daya teknologi yang ada ke dalam proses pembelajaran yang tepat. Kegiatan pengelolaan meliputi berbagai fungsi yang saling berkaitan satu sama lain.
Fungsi pengelolaan yang dilaksanakan dalam kegiatan pengelolaan dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan suatu kegiatan. Adanya pengelolaan yang baik teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam penerapannya pada pembelajaran dikelas.



B.     Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1.      Apa pengertian pengelolaan?
2.      Apa saja kawasan pengelolaan dalam teknologi Pendidikan?
3.      Bagaimana penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan agama islam?

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui definisi pengelolaan
2.      Mengetahui apa saja kawasan pengelolaan
3.      Serta mampu menerapkan teknologi pendidikan dalam pembelajaran PAI



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Pengelolaan
Definisi teknologi pendidikan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Association for Educational Communications and Technology mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai, cabang dari teori dan praktek pendidikan yang berkepentingan dengan mendesain dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar (1963). Definisi lain dari teknologi pendidikan pada tahun 1977 adalah, “Proses kompleks yang terintegrasi meliputi; orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia” (AECT, 1977 :1). Kemudian pada tahun 1994 AECT (1994) memperbarui definisi teknologi pendidikan menjadi teori dan praktek tentang rancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar (Seels & Richey, 1994 :1). Dan perkembangan definisi teknologi pendidikan paling mutakhir oleh AECT (2004) yang mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai studi dan praktek etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya teknologi yang tepat (Januszewski & Molenda, 2008 : 1). Dari berbagai pengertian tersebut, dapat dilihat jika salah satu landasan dari teknologi pendidikan adalah kegiatan pengelolaan. Kegiatan pengelolaan berkaitan erat dengan proses dan sumber untuk menghasilkan output yang direncanakan.
Kegiatan mengelola yang sering dikenal dengan istilah managing/manajemen memiliki berbagai definisi sesuai dengan bidang kajiannya serta proses aplikasinya. Manajemen dalam arti luas memiliki arti proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha–usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan (Stoner, 1982). Sedangkan menurut Gulick,   “Manajemen merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama yang lebih bermanfaat (1965 :14). Handoko mendefinisikan manajemen sebagai bekerja dengan orang–orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan organisasi dengan melaksanakan fungsi–fungsi perencanaan, pengorganisasian, personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan (2003).
Atas dasar berbagai definisi tersebut dapat kita ambil kesimpulan jika manajemen merupakan suatu proses kerja sama antara sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan melaksanakan fungsi – fungsi manajemen. Manajemen yang baik akan mendorong keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Karena dalam manajemen terdapat fungsi – fungsi yang harus dilaksanakan. Fungsi manajemen ini yang akan mendorong kegiatan berjalan dengan baik. Pengelolaan telah menjadi bagian dalam teknologi pendidikan sejak tahun 1920. Dalam Januszewski & Molenda (2008), pernyataan definisi formal pertama, mengelola dipandang perlu untuk mengendalikan produk dan proses yang digunakan di lapangan (Ely. 1963). Dilihat dari sudut pandang pendekatan sistem mengelola dipandang sebagai sistem berpikir secara lebih luas mengenai  proses manajemen dalam pengembangan pembelajaran dan sistem pembelajaran berbasis teknologi (AECT, 1977) mengikuti teori yang dikemukakan oleh Heinich (1970). Pada tahun 1994 pengelolaan dalam teknologi pendidikan didefinisikan sebagai berikut, “Kegiatan perencanaan, koordinasi, pengorganisasian, dan pengawasan sumber daya, informasi, dan sistem pengiriman dalam konteks pengelolaan desain pembelajaran” (Seels & Richey, 1994 :54).
Mengelola pada teknologi pendidikan fokus kepada konsep dan prinsip yang berkaitan dengan mengelola proses teknologi yang tepat dan sumber daya yang ada. Teknologi pendidikan bertindak sebagai desainer kegiatan pembelajaran, spesialis media sekolah, konsultan pembelajaran, menangani masalah manajemen profesional dan sebagainya. Teknologi pendidikan bekerja dengan sumber daya yang terbatas dalam waktu yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan mengelola proses dan mendayagunakan sumber daya yang tersedia. Proses berkaitan dengan desain pembelajaran yang direncanakan, sedangkan sumber belajar bisa berupa koleksi bahan ajar. Kegiataan pengelolaan meliputi mendesain model pembelajaran yang paling dan relevan, memilih alat dan media yang tepat,  memilih orang yang terampil dan mengendalikan setiap proses kegiatan pembelajaran / pendidikan secara tepat.

B.     Kawasan Pengelolaan
Konsep pengelolaan merupakan bagian integral dalam bidang teknologi pembelajaran dan dari peran kebanyakan para teknolog pembelajaran. Banyak teknolog pembelajaran memegang jabatan yang jelas-jelas memerlukan fungsi pengelolaan. Misalnya, seorang ahli yang bertugas sebagai ahli media pada sebuah sekolah/Perguruan Tinggi. Orang ini bertanggung jawab atas keseluruhan program pusat media tersebut. Program-program yang dilakukan oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan tetapi keterampilan dasar yang diperlukan untuk mengelola program tersebut tetap sama. Keterampilan yang dimaksud meliputi pengorganisasian program, supervisi personil, perencanaan, pengadministrasian dana dan fasilitas, serta pelaksanaan perubahan.
Pengelolaan meliputi pengendalian teknologi pembelajaran melalui: perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi (Seels. & Richey, 2000:54). Kawasan pengelolaan bermula dari aministrasi pusat media, program media, dan pelayanan pemanfaatan media. Pembauran perpustakaan dengan program media membuahkan pusat dan ahli media sekolah. Program-program media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan noncetak sehingga timbul peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologi dalam kurikulum.
Oleh karena itu, kawasan pengelolaan mencakup 4 hal yaitu:
1.      Pengelolaan Proyek
Pengelolaan Proyek meliputi: perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan (Seels & Richey, 2000:55).
Para pengelola proyek bertanggung jawab atas perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian fungsi desain pembelajaran atau jenis-jenis proyek yang lain. Peran pengelola proyek biasanya berhubungan dengan cara mengatasi ancaman proyek dan memberi saran perubahan internal.
Mengelola proyek adalah fungsi pengelolaan yang dipahami dalam bidang teknologi pendidikan. Manajemen proyek dipraktekkan untuk memastikan bahwa suatu proyek diskrit, dapat mencapai suatu hasil tertentu, selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan spesifikasi klien. Dalam teknologi pendidikan, mengelola proyek umumnya berkaitan dengan desain dan pengembangan bahan ajar dan sistem pembelajaran. Mengelola proyek dibutuhkan ketika produksi media dan proses pengembangan pembelajaran menjadi lebih kompleks dan dalam skala besar. Mengelola proyek akan menghasilkan manfaat seperti menghemat sumber daya organisasi,meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kemungkinan bahwa proyek akan berhasil.

2.      Pengelolaan Sumber
Pengelolaan sumber mencakup perencanaan pemantauan dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber (Seels & Richey, 2000: 55). Pengelolaan sumber memiliki arti penting karena mengatur pengendalian akses. Pengertian sumber dapat mencakup, personel keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas dan sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran mencakup semua teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan pengembangan. Efektivitas biaya dan justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik penting dan pengelolaan sumber.
Mengelola sumber daya berkaitan erat dengan pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi. Pada tahun 1994 definisi sebelumnya, pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi merupakan bagian pengelolaan yang dilaksanakan oleh kawasan pengelolaan. Pada definisi terbaru tahun 2004, menyatukan pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi menjadi satu bagian dengan kegiatan mengelola sumber daya. Pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi termasuk didalamnya kombinasi dari media dan metode penggunaan yang digunakan untuk menyajikan informasi                                  pembelajaran bagi siswa. Contoh dari pengelolaan sistem penyampaian adalah terselenggarakannya pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka.
Mengelola sumber daya juga mencakup pengelolaan sumber teknologi informasi yang dipraktekkan untuk memastikan bahwa teknologi infrastruktur organisasi benar disesuaikan dengan kebutuhan organisasi itu dan tetap up to date dengan biaya yang masuk akal. Sekolah dan organisasi media center juga membutuhkan tingkat pengelolaan. Koleksi, yang merupakan komponen utama dari fasilitas, membutuhkan pemantauan terus-menerus dan perlu diperbarui. Ruang fisik yang sebenarnya harus diatur baik secara fungsional dan menarik. Sumber daya ini terus-menerus diperbarui dan ditingkatkan sesuai dengan anggaran yang dimiliki oleh organisasi.

3.      Pengelolaan Kinerja Orang
Proyek dan program apapun membutuhkan orang yang tepat untuk memastikan kesuksesan penyelesaian proyek dan program tersebut. Pengelolaan personalia memastikan bahwa ada orang dengan keterampilan yang tepat untuk melakukan pekerjaan pada waktu yang tepat dan untuk biaya terendah sesuai dengan sumber daya yang diperlukan. Manajemen efektif akan menghasilkan orang–orang yang bekerja secara efektif. Pengelolaan personalia dan pengelolaan proyek memiliki hubungan yang erat. Mengelola proyek akan menghasilkan orang–orang yang tepat untuk mengerjakan proyek tersebut. Menetapkan anggota tim proyek yang berkualifikasi dengan biaya serendah mungkin merupakan hal yang sulit dan membutuhkan waktu lama. Manajemen personalia harus memastikan bahwa orang yang menangani tugas tertentu adalah orang yang tepat.
Dalam banyak kasus, spesialis media sekolah bertanggung jawab untuk memilih staf profesional dan mengatur media center. Umumnya staf profesional bekerja terpisah dengan spesialis media sehingga dibutuhkan kegiatan pengelolaan kinerja. Sebagai manajer personalia, spesialis media harus mengidentifikasi individu yang berkualitas, mengawasi kinerja, membantu staf dalam pengembangan profesional berkelanjutan, dan memotivasi staf untuk terlibat dalam kualitas layanan.

4.      Pengelolaan Program
Terkadang sulit untuk membedakan antara mengelola proyek dan mengelola program. Program didorong oleh misi, memiliki jangka waktu lebih lama, bersifat luas dan biasanya mengandung beberapa proyek. Proyek didorong oleh spesifikasi, memiliki batas waktu terbatas, dan menghasilkan suatu produk, kemasan, atau jasa. Mengelola proyek melibatkan usaha jangka pendek tanpa otoritas jangka panjang, sementara mengelola program merupakan usaha jangka panjang dan berkelanjutan untuk menghasilkan tujuan organisasi.
Didalam pengelolaan program seorang manajer harus harus bisa melakukan evaluasi. Hai ini diperlukan untuk memastikan bahwa program telah terlaksana dengan baik, sesuai dengan biaya dan spesifikasi yang telah ditentukan. Melalui kegiatan evaluasi dapat diperoleh laporan kemajuan dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi saat implementasi pengelolaan. Dengan demikian evaluasi turut membantu dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat saat proses perencanaan selanjutnya.

C.     Penerapan Teknologi pada Pendidikan Agama Islam
Penggunaan teknologi sangatlah bermanfaat dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Karena pendidikan Islam merupakan sub sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Perjalanan Pendidikan Islam tidak terlepas dari pasang surutnya sistem Pendidikan Nasional itu sendiri, sebagaimana tidak terlepasnya umat Islam ketika kita membicarakan nasib bangsa ini, dan bahkan Pendidikan Islam mempunyai sejarah panjang di Indonesia yang telah ikut mewarnai kehidupan bangsa ini baik masa sebelum penjajahan bahkan setelah Indonesia merdeka.
Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, maupun para pakar pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan tak terkecuali Pendidikan Islam sudah dilakukan sejak lama namun hasil yang dicapai belumlah maksimal. Upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan masih bersifat parsial, terkotak-kotak dan tidak komprehensif. Sehingga wajar apabila output peserta didik dari pendidikan Islam kurang memberikan hasil yang maksimal baik terhadap peserta didik, orang tua, maupun masyarakat.
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini maka teknologi pendidikan dalam pendidikan Islam juga diterapkan, agar dapat mendukung pendidikan Islam itu sendiri. Penggunanaan teknologi dalam praktek pendidikan Islam harus juga melihat situasi dan kondisi dimana teknologi pendidikan itu akan digunakan dalam praktek pendidikan Islam.
Jangan salah mengartikan bahwa teknologi pendidikan tidak hanya berhubungan dengan peralatan teknik dan media yang dipakai dalam pendidikan, seperti: overhead, projector, televise, slide projector, audio tape, rekaman video dan sebagainya. Teknologi pendidikan memiliki arti yang lebih luas dari penjelasan di atas, teknologi pendidikan dapat didefinisikan pengembangan, penerapan dan evaluasi sistem, teknik dan alat untuk tujuan meningkatkan proses belajar mengajar bagi manusia. Jadi dalam prakteknya teknologi pendidikan dalam pendidikan bukan hanya penggunaan alat-alat elektronik dalam pembelajaran di kelas tetapi di luar itu teknologi pendidikan juga memiliki peran penting. Misalnya dalam prakteknya teknologi pendidikan dalam pendidikan Islam, perumusan tujuan pendidikan didasarkan pada nilai-nilai keIslaman dengan memberi pengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlaq yang baik. Akhlaq ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji al-Qur’an, salat malam, saum (puasa) sunnah. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi gaya hidup sehari-hari. Proses penetapan tujuan untuk menghasilkan akhlak yang baik sampai proses untuk membentuk dan melatih akhlak tersebut merupakan proses dalam teknologi pendidikan.
Dengan adanya teknologi pendidikan, akan muncul kecenderungan-kecenderungan, sebagai berikut
1.  Terjadinya arah gradual ke arah pendekatan belajar yang lebih berpusat terhadap peserta didik (student centered approach learning). Perubahan ini ditandai oleh semakin bertambahnya penggunaan media belajar yang diindividualisasikan.
2.  Pertambahan secara eksplosif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara praktis dalam semua aspek pendidikan.

Hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa penggunaan alat bantu sangat membantu aktifitas proses belajar mengajar di kelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa. Pemanfaatan teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam rangka pengembangan kemajuan pendidikan nasional. Karena penggunaan teknologi pendidikan melalui pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional dengan demikian tujuan pendidikan akan berjalan secara efektif dan efisien.
Aplikasi teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya. Aplikasi yang dimaksud adalah yang tersebut di bawah ini :
1.      Teknologi pendidikan memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan, maupun aplikasinya. Teknologi pendidikan mempunyai fungsi luas, tidak hanya pada kebutuhan kegiatan belajar mengajar di kelas, melainkan dapat berfungsi sebagai masukan bagi pembinaan dan pengembangan kurikulum yang dikaji secara ilmiah, logis, sistematis, dan rasional sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      Teknologi pendidikan menghilangkan, kalaupun tidak secara keseluruhan, pola pengajaran tradisional. Ia berperan penuh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, meskipun sebenarnya dia tidak dapat menggantikan posisi guru secara mutlak. Guru mempunyai kemampuan yang terbatas dan dengan teknologi pendidikan pulalah keterbatasan itu tertolong.
3.      Teknologi pendidikan membuat pengertian kegiatan belajar menjadi lebih luas, lebih dari hanya sekedar interaksi guru dengan murid di dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas. Teknologi pendidikan dapat dianggap sebagai sumber belajar, dan biasanya memberikan rangsangan positif dalam proses pendidikan.
4.      Aplikasi teknologi pendidikan dapat membuat peran guru berkurang, meskipun teknologi pendidikan tidak dapat menggantikan peran guru secara penuh. Teknologi pendidikan adalah guru. Meskipun demikian bagi guru dan murid, teknologi pendidikan memberikan sumbangan yang sangat positif.


Adapun pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi, yaitu :
1.   Media Pembelajaran mandiri/klasikal, antara lain pemutaran film dan CD interaktif, pertama, pemutaran film, guru dapat memilah jenis film yang ada yaitu film yang bersifat given artinya suatu paket judul film yang telah tersedia dan relevan dengan pembelajaran pendidikan Agama Islam.  Kedua, penggunaan CD interaktif lebih”Maju” dari pemutaran film, karena siswa dapat melakukan ”interaksi”  atau perlakuan terahdap program  yang ditawarkan pada CD, misalnya CD interaktif soal-jawab Pendidikan Agama Islam dikemas dalam bentuk permainan seperti dalam ”Who want to Be Millionare”. Madrasah/sekolah dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki koleksi film atau CD
interaktif yang terkait dengan materi Pendidikan Agama Islam interaktif yang terkait dengan materi Pendidikan Agama Islam sesuai kurikulum yang berlaku          
2.  Teknologi Informasi yang dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran yaitu, pemanfaatan softwere (komputer) untuk pemeblajarn Pendidikan Agama Islam. Beberapa contoh software pendidikan yang dikelan diantaranya; Computer Assisted Instruction (CAI) yang umumnya software ini sangat baik untuk keperluan remidial. Intelligent computer assited learning (ICAL), dapat digunakan untuk material atau konsep. Computer Assisted Training (CAT), Computer Assisted Design (CAD), Computer  Assisted Media (CAM) dan sebagainya. 
3.   Teknologi Informasi yang terkait sebagai sumber belajar (learning resurces) dalam bentuk internet dengan segala komponennya. Materi yang ditampilkan dalam sebauh eb yang terkait denagn pendidian Agama Islam dapat dilacak terlebih dahulu oleh guru dan dipraktekkan langsung oleh murid. Maksud pelacakan oleh guru agar materi atau informasinya relevan dengan tujuan kurikuler PAI.
Dalam prakteknya, yakni kegiatan pembelajaran, teknologi juga dapat memberikan warna dan manfaat dalam pengembangan pendidikan agama Islam. Karena banyak varian yang digunakan baik berupa teori belajar, memilih kurikulum, memilih media dan sebagainya. Media sering dikaitkan dengan kata teknologi. Teknologi merupakan perluasan konsep tentang media, dimana teknologi bukan sekadar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu.
      Oleh karenanya, dalam kegiatan pembelajaran agama Islam perlu menggunakan dan memaksimalkan media pembelajaran yang dapat menunjang terhadap pengembangan pendidikan agama Islam itu sendiri. Mulai dari pendidik yang harus memahami tentang agama, materi yang disampaikan, media yang digunakan maupun lingkungan yang ada harus dapat mengembangkan pendidikan agama Islam.
      Dalam hal ini, teknologi sangatlah memberi manfaat besar, yakni mempermudah siswa dalam menerima pelajaran. Disadari atau tidak, dengan adanya teknologi atau media dalam kegiatan pembelajaran siswa akan lebih tertarik jika dibandingkan dengan tidak menggunakan teknologi atau media. Akan tetapi jika pendidik tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, semisal tidak bisa menggunakan atau gagap teknologi, maka itu akan memberi kesan tersendiri terhadap dirinya.
Manfaat lain dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran antara lain:
1.      Media teknologi pendidikan membuat pendidikan lebih produktif.
2.      Media pendidikan membuat kegiatan pengajaran lebih ilmiah.
3.      Media teknologi pendidikan dapat membuat pengajaran lebih powerful.
4.      Media pendidikan dapat membuat kegiatan belajar mengajar lebih langsung.
5.      Media teknologi pendidikan dapat membuat percepatan pendidikan lebih sebanding.
6.      Meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat pengetahuan (rate of learning).
7.      Memberikan penyajian pendidikan lebih luas.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Teknologi pendidikan merupakan  studi dan praktek etis yang memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran perlu adanya pengelolaan yang efektif dan efisien. Pengelolaan teknologi pendidikan mencakup 4 kawasan yaitu : Pengelolaan Proyek, Pengelolaan sumber, Pengelolaan kinerja orang dan Pengelolaan Program. Dalam pelaksanaan pengelolaan peran manajer sangat berpengaruh terutama pada saat evaluasi. Adanya kegiatan evaluasi dapat diperoleh laporan kemajuan dan identifikasi masalah saat pengelolaan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat saat proses perencanaan selanjutnya.
Teknologi dan pendidikan merupakan dua elemen yang memiliki peranan penting dalam pengembangan dan peningkatan kepribadian seseorang. Penggunaan teknologi atau media dalam proses pembelajaran harus disesuaikan dengan pelajaran yang disampaikan agar hasil yang diperoleh maksimal. Di samping itu, juga disesuaikan dengan kemampuan peserta didiknya. Peran teknologi dalam pengembangan kemampuan anak didik cukup signifikan sehingga menunut pendidik agar mampu menggunakan teknologi dengan baik, karena dengan teknologi penyapaian materi akan lebih variatif dan kegiatan akan semakin menarik. Dalam mengembangkan pendidikan agama Islam, perlu memperhatikan kebijakan yang kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga kegiatan pembelajaran berjalan sebagaimana yang diamanahkan.
B.     Saran
Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan seorang pendidik harus mampu mengelola dan menerapkan teknologi pendidikan dalam pembelajaran dikelas. Pendidik harus mampu memanfaatkan teknologi pendidikan dengan efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Seels, B. & Richey, R. (1994). Teknologi Pembelajaran. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.
Januszewski, A. & Molenda, M. (2008). Educational Technology. London : Lawrence Elbraum Associates.
http://datafilecom.blogspot.co.id/2010/11/aplikasi-teknologi-informasi-terhadap.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar